dari judulnya mungkin kalian langsung tau kalau ini tulisan dari seorang mahasiswa.. (ah ga juga kalee)
okay langsung saja kawan,
kalo boleh curhat sedikit,beberapa hari ini saya sedikit galau temans. kenapa?
karena kegiatan saya saat ini sudah pada puncak2nya, daaaaan jujur saja saya sempat mengeluh dengan jarak rumah saya yang jaaauuuuh dari kampus, alhasil saya sempat mencoba menginap dirumah eyang yang letaknya lebih dekat dengan kampus.
pernah timbul keinginan berkali-kali kalo saya pengen NGE-KOS !
dari sudut pandang saya, enak kali ya ngekos, deket dari kampus, kalo lagi ada jeda kuliah bisa pulang trus bobok, trus kalo ada tugas2 yang ketinggalan bisa langsung diambil, dapet sangu banyak dll hhhe
disamping itu keinginan saya ngekos juga dilandasi keinginan untuk maju dan lebih mandiri.
kenapa saya bisa bilang begitu, karena saya sering merasa paling payah kalo berada ditengah teman2 saya yg rata-rata anak kos.
bayangkan saja, mereka nyuci sendiri, cari makan sendiri, benerin apa2 sendiri, tidur sendiri, dan yang paling bikin saya salut mereka bisa survive di kota orang lain. dan itu yang ngebentuk mental mereka lebih kuat dan ada semangat buat kuliah yg bener dan prestasi akademik mereka rata-rata bagus
beda dengan saya, nyuci aja kadang2 masih numpang dicuciin, makan aja kalo dirumah ga ada makanan bawaannya bete mulu, benerin apa2 masih minta tolong sama babe, dan yang paling menyedihkan, babe sering banget ngawatirin aku pdhl umurku udah lumayan tua buat dikhawatirkan. nginep dirumah eyang seminggu aja nih ya, si babe udah nyuruh pulang mulu. ini yang ngebentuk mental saya jadi mental yang tergolong masih cemen untuk ukuran seorang mahasiswa. saya pun berusaha untuk menghilangkan kecemenan saya. susah juga ternyata.. hhe
bagi anak-anak kos, saya salut dengan kalian, jauh dari kehangatan rumah dan keluarga suatu saat akan menciptakan mental baja dalam menghadapi dunia kelak.
daaaan bagi anak rumahan seperti sayaaa.....
jangan mau deh jadi orang cemen, jangan mau kalah sama anak kos!
kehangatan dan kenyamanan tinggal dirumah bersama keluarga jangan malah membuat kalian jadi malas dan manja oke oke???
sekian racauan saya hari ini
Rabu, 20 April 2011
Sabtu, 19 Maret 2011
benarkan wanita makhluk yang lemah??
judul ini sudah saya rencanakan sejak lama, namun baru terealisasi sekarang, yg namanya nulis ternyata ga segampang yang orang kira. giliran ada ide kadang mood ga jalan, giliran mood jalan kaga ada ide gntian, giliran mood dan ide sejalan fasilitas tidak mendukung! DAMN!
baiklah langsung saja kita bahas reader! (jyahh sapa jg yg mau baca :P)
WANITA
adalah makhluk ciptaan Tuhan yang katanya paling seksi, paling indah, paling wah deh pokonya! menurut kaum adam tentunya.
benar saja, wanita memang diciptakan untuk melengkapi laki-laki. banyak lelaki yang bisa melakukan apa saja demi seorang wanita. termasuk MATI..
yak itu mungkin hanya versi lebay dari sebuah penggambaran tentang wanita.
secara fisik wanita memang makhluk yang lemah. mereka tidak bisa angkat barang berat2, gak bisa nguplek2 mesin motor, ga bisa berantem dlll. oleh karena itu wanita salalu membutuhkan kehadiran lelaki di setiap langkahnya.
tapi tunggu dulu, apa benar wanita adalah makhluk yang lemah???
yaa seperti yang saya katakan tadi, memang benar secara fisik. tapi wanita memiliki sebuah kekuatan besar yang dimilikinya. hal itu disebut "perasaan". yap kekuatan wanita memang terletak pada perasaannya. para lelaki berkata, "ah wanita tu senjatanya cuma nangis". well perlu saya jelaskan disini khususnya buat para lelaki. wanita menangis bukan untuk senjata!
wanita menangis karena perasaan mereka yang begitu kuat.
ketulusan wanita memang tiada tandingannya. bukan berarti lelaki tidak ada yg tulus, tapi disni konteksnya bukan hanya wanita sebagai pasangan anda, tetapi juga wanita-wanita disekitar anda ex ibu, nenek, tante, budhe dll.
tangan wanita begitu ajaib!
saya punya salah satu contoh kasus dari sekian kasus yg saya ketahui,
saya punya 2 orang kerabat, sebut saja pak A dan bu C. (untuk menhindari ketersinggungan pihak)
pak A adalah seorang duda dengan 4 orang anak laki2, sedang bu C adalah seorang janda dengan 2 orang anak laki-laki.
pak A mengasuh anak2nya sendiri sejak anak2nya masih kecil, demikian juga dgn bu C.
mereka sama-sama single parents tapi terlihat sekali perbedaan anak-anak didikan kedua orang tua tersebut. anak-anak bu C lebih patuh, lebih pngertian tidak pemberontak dan begitu penyayang.
sedang anak-anak pak A sebagian bersifat kasar, pemberontak, pergaulannya tidak bagus, dan masa bodoh dgn lingkungan sekitar walalupun sebenarnya anak2 pakA adalah orang-orang yang baik.
itu hanya sebatas pengamatan saya saja. kalau ada yg tidak setuju mgkn bisa protes.
tapi menurut hasil analisis saya, (gaya bebeeer)
bahwa wanita lebih lembut dan jauh lebih nyata dalam memberikan kasih sayangnya karena wanita memiliki intuisi yang tidak dimiliki dan dikeyahui oleh lelaki, bahkan oleh wanita itu sendiri sehingga keberadaan wanita memang benar-benar berarti dalam hidup lelaki.
wanita butuh wadah untuk menyalurkan limpahan kasih sayangnya sehingga dia dapat berguna bagi laki-laki, begitu juga laik-laki,mereka butuh wadah untuk menyalurkan seluruh kekuatannya untuk melindungi wanita., dengan memberikan kasih sayangnya kepada lelaki yang disayanginya diharapkan lelaki tersebut dapat melindungi dan menjaga wanita itu sepenuh dan setulus hati, walalupun sang perempuan tidak pernah memintanya.
karena hidup memang wanita diciptakan untuk melegkapi hidup lelaki demikian sebaliknya.
sebagaimana dikatakan pepatah :
"dibalik kisah sukses lelaki hebat, terdapat wanita yang luar biasa"
baiklah langsung saja kita bahas reader! (jyahh sapa jg yg mau baca :P)
WANITA
adalah makhluk ciptaan Tuhan yang katanya paling seksi, paling indah, paling wah deh pokonya! menurut kaum adam tentunya.
benar saja, wanita memang diciptakan untuk melengkapi laki-laki. banyak lelaki yang bisa melakukan apa saja demi seorang wanita. termasuk MATI..
yak itu mungkin hanya versi lebay dari sebuah penggambaran tentang wanita.
secara fisik wanita memang makhluk yang lemah. mereka tidak bisa angkat barang berat2, gak bisa nguplek2 mesin motor, ga bisa berantem dlll. oleh karena itu wanita salalu membutuhkan kehadiran lelaki di setiap langkahnya.
tapi tunggu dulu, apa benar wanita adalah makhluk yang lemah???
yaa seperti yang saya katakan tadi, memang benar secara fisik. tapi wanita memiliki sebuah kekuatan besar yang dimilikinya. hal itu disebut "perasaan". yap kekuatan wanita memang terletak pada perasaannya. para lelaki berkata, "ah wanita tu senjatanya cuma nangis". well perlu saya jelaskan disini khususnya buat para lelaki. wanita menangis bukan untuk senjata!
wanita menangis karena perasaan mereka yang begitu kuat.
ketulusan wanita memang tiada tandingannya. bukan berarti lelaki tidak ada yg tulus, tapi disni konteksnya bukan hanya wanita sebagai pasangan anda, tetapi juga wanita-wanita disekitar anda ex ibu, nenek, tante, budhe dll.
tangan wanita begitu ajaib!
saya punya salah satu contoh kasus dari sekian kasus yg saya ketahui,
saya punya 2 orang kerabat, sebut saja pak A dan bu C. (untuk menhindari ketersinggungan pihak)
pak A adalah seorang duda dengan 4 orang anak laki2, sedang bu C adalah seorang janda dengan 2 orang anak laki-laki.
pak A mengasuh anak2nya sendiri sejak anak2nya masih kecil, demikian juga dgn bu C.
mereka sama-sama single parents tapi terlihat sekali perbedaan anak-anak didikan kedua orang tua tersebut. anak-anak bu C lebih patuh, lebih pngertian tidak pemberontak dan begitu penyayang.
sedang anak-anak pak A sebagian bersifat kasar, pemberontak, pergaulannya tidak bagus, dan masa bodoh dgn lingkungan sekitar walalupun sebenarnya anak2 pakA adalah orang-orang yang baik.
itu hanya sebatas pengamatan saya saja. kalau ada yg tidak setuju mgkn bisa protes.
tapi menurut hasil analisis saya, (gaya bebeeer)
bahwa wanita lebih lembut dan jauh lebih nyata dalam memberikan kasih sayangnya karena wanita memiliki intuisi yang tidak dimiliki dan dikeyahui oleh lelaki, bahkan oleh wanita itu sendiri sehingga keberadaan wanita memang benar-benar berarti dalam hidup lelaki.
wanita butuh wadah untuk menyalurkan limpahan kasih sayangnya sehingga dia dapat berguna bagi laki-laki, begitu juga laik-laki,mereka butuh wadah untuk menyalurkan seluruh kekuatannya untuk melindungi wanita., dengan memberikan kasih sayangnya kepada lelaki yang disayanginya diharapkan lelaki tersebut dapat melindungi dan menjaga wanita itu sepenuh dan setulus hati, walalupun sang perempuan tidak pernah memintanya.
karena hidup memang wanita diciptakan untuk melegkapi hidup lelaki demikian sebaliknya.
sebagaimana dikatakan pepatah :
"dibalik kisah sukses lelaki hebat, terdapat wanita yang luar biasa"
Jumat, 04 Maret 2011
2 bata cacat
saya akhir-akhir ini terinspirasi oleh buku yang saya baca berjudul "cacing dan kotoran kesayangannya" karangan seorang biksu bernama Ajahn Brahm. buku yg benar-benar top menurut saya, dari gaya bahasanya, penyampaiannya, dan humor-humor yang mendidik ada disana. tapi sayang sekali karena kesibukan saya yang lumayan padat jadi saya belum selesai membacanya, jadi saya belum bisa bikin resensi.
salah satu bagian dari buku ini yang paling selalu saya ingat, (saya lupa judul part-nya) heheh
saya ceritakan garis besarnya saja yaaa saya gak pegang bukunya soalnya ... :)
ada seorang biksu yang membangun sendiri kuilnya, secara dia adalah seorang biksu dia tidak begitu paham mengenai cara membangun bangunan yang baik. namun dengan ketekunannya bangunan kuil itu sudah hampir jadi, tapi ia tersadar bahwa ada satu dua bagian bata yang tidak tersusun dengan baik. sudah terlanjur,apa mau dikata semen perekat bata itu sudah mengeras dan untuk memperbaiki dua bata yang susunannya kurang baik itu otomatis harus membongkar semua bangunan. tapi jika dibongkar sayang, bangunan kuil sudah hampir jadi. akhirnya sang biksu pun melanjutkan membangun kuil tersebut dengan penuh penyesalan, kenapa harus ada 2 bata cacat itu.
akhirnya bangunan kuil pun jadi, namun sang biksu masih merasa kurang puas dengan hasil bangunannya sendiri karena 2 bata cacat itu. pada waktu pembukaan kuil, guru dari sang biksu datang dan melihat-lihat seluruh isi kuil tersebut. kemudian sang guru berkata,"luar biasa, bangunan kuilmu sungguh indah, sempurna!"
sang biksu pun terkejut dengan pernyataan gurunya. "apanya yang sempurna guru?" "ada dua bua bata yang penempatannya kurang sempurna, ini kuil cacat guru". kata sang biksu apatis.
kemudian guru menjawab,"buktinya kuilmu bisa berdiri kokoh bukan? apa yang perlu dikhawatirkan?"
"tak perlulah kau memandang sedikit keburukan ditengahkebaikan yang berlimpah".
apa yg bisa kita ambil dari kisah tersebut?
yap, yang saya tangkap dari kisah tersebut adalah, janganlah sebuah kecacatan kecil menghancurkan langkah kita yang besar.
banyak pasangan bercerai, putus hubungan dalam berpacaran, putus hubungan persahabatan, putusnya tali persaudaraan, retaknya hubungan orang tua dengan anak dikarena mereka hanya melihat "2 bata cacat" yang ada dikehidupan mereka. mereka lupa seberapa sering partner kita membuat kebahagiaan dalam hidup kita karena hanya terfokus oleh kesalahan yang notabene lebih kecil daripada kebahagiaan yang mereka beri.
jadi teman-teman, cobalah untuk selalu bersikap dan berpikir positif, jangan biarkan hal jelek yang kecil membuyarakan kebahagiaan yang telah dilalui bersama orang-orang terdekat kita. :)
salah satu bagian dari buku ini yang paling selalu saya ingat, (saya lupa judul part-nya) heheh
saya ceritakan garis besarnya saja yaaa saya gak pegang bukunya soalnya ... :)
ada seorang biksu yang membangun sendiri kuilnya, secara dia adalah seorang biksu dia tidak begitu paham mengenai cara membangun bangunan yang baik. namun dengan ketekunannya bangunan kuil itu sudah hampir jadi, tapi ia tersadar bahwa ada satu dua bagian bata yang tidak tersusun dengan baik. sudah terlanjur,apa mau dikata semen perekat bata itu sudah mengeras dan untuk memperbaiki dua bata yang susunannya kurang baik itu otomatis harus membongkar semua bangunan. tapi jika dibongkar sayang, bangunan kuil sudah hampir jadi. akhirnya sang biksu pun melanjutkan membangun kuil tersebut dengan penuh penyesalan, kenapa harus ada 2 bata cacat itu.
akhirnya bangunan kuil pun jadi, namun sang biksu masih merasa kurang puas dengan hasil bangunannya sendiri karena 2 bata cacat itu. pada waktu pembukaan kuil, guru dari sang biksu datang dan melihat-lihat seluruh isi kuil tersebut. kemudian sang guru berkata,"luar biasa, bangunan kuilmu sungguh indah, sempurna!"
sang biksu pun terkejut dengan pernyataan gurunya. "apanya yang sempurna guru?" "ada dua bua bata yang penempatannya kurang sempurna, ini kuil cacat guru". kata sang biksu apatis.
kemudian guru menjawab,"buktinya kuilmu bisa berdiri kokoh bukan? apa yang perlu dikhawatirkan?"
"tak perlulah kau memandang sedikit keburukan ditengahkebaikan yang berlimpah".
apa yg bisa kita ambil dari kisah tersebut?
yap, yang saya tangkap dari kisah tersebut adalah, janganlah sebuah kecacatan kecil menghancurkan langkah kita yang besar.
banyak pasangan bercerai, putus hubungan dalam berpacaran, putus hubungan persahabatan, putusnya tali persaudaraan, retaknya hubungan orang tua dengan anak dikarena mereka hanya melihat "2 bata cacat" yang ada dikehidupan mereka. mereka lupa seberapa sering partner kita membuat kebahagiaan dalam hidup kita karena hanya terfokus oleh kesalahan yang notabene lebih kecil daripada kebahagiaan yang mereka beri.
jadi teman-teman, cobalah untuk selalu bersikap dan berpikir positif, jangan biarkan hal jelek yang kecil membuyarakan kebahagiaan yang telah dilalui bersama orang-orang terdekat kita. :)
Kamis, 24 Februari 2011
selamat jalan...
memang tidak ada yang tau kapan manusia akan berpulang kepada-NYA,
sebuah kabar mengejutkan datang sore tadi saat saya sedang berada dikampus, ibu saya menelpon dan mengabarkan, mas tomi meniggal..
saya kaget namun tidak terlalu kaget, dia sudah terlalu lama bergulat dengan penyakitnya.
penyakit yang perlahan-lahan menggerogoti tubuhnya, penyakit yg pada awalnya dianggap biasa hingga akhirnya membuatnya lumpuh total diusianya yang relatif muda, 32 tahun..
bila melihat kondisinya selama satu tahun terakhir, pasti kalian tak akan tega. dulu tubuhnya gagah. dengan tinggi badan layaknya lelaki normal segar bugar dan tak nampak ada gejala-gejala penyakit. dia sosok yg berpendidikan dengan karir yang bagus. hingga akhirnya penyakit itu menghancurkan semuanya.
saya memang tidak begitu dekat dengan almarhum, tapi saya salut dengannya. apalagi dengan ayahnya yang notabene adalah seorang single parents. pakdhe merawat mas tomy sendirian, padahal dia sendiri sedang sakit. tampaknya cobaan tak bosan-bosan datang pada keluarga mereka. entah misteri apa yg tersimpan di dalam rencana-NYA. dari sudut pandang saya pribadi, mungkin ini sudah jalan yg terbaik buat mas tomy, daripada dia harus berlama-lama hidup dengan penyakit yg telah meluluh lantakkan raganya, hingga akhirnya ia dibuat menyerah...
selamat jalan mas..
sebuah kabar mengejutkan datang sore tadi saat saya sedang berada dikampus, ibu saya menelpon dan mengabarkan, mas tomi meniggal..
saya kaget namun tidak terlalu kaget, dia sudah terlalu lama bergulat dengan penyakitnya.
penyakit yang perlahan-lahan menggerogoti tubuhnya, penyakit yg pada awalnya dianggap biasa hingga akhirnya membuatnya lumpuh total diusianya yang relatif muda, 32 tahun..
bila melihat kondisinya selama satu tahun terakhir, pasti kalian tak akan tega. dulu tubuhnya gagah. dengan tinggi badan layaknya lelaki normal segar bugar dan tak nampak ada gejala-gejala penyakit. dia sosok yg berpendidikan dengan karir yang bagus. hingga akhirnya penyakit itu menghancurkan semuanya.
saya memang tidak begitu dekat dengan almarhum, tapi saya salut dengannya. apalagi dengan ayahnya yang notabene adalah seorang single parents. pakdhe merawat mas tomy sendirian, padahal dia sendiri sedang sakit. tampaknya cobaan tak bosan-bosan datang pada keluarga mereka. entah misteri apa yg tersimpan di dalam rencana-NYA. dari sudut pandang saya pribadi, mungkin ini sudah jalan yg terbaik buat mas tomy, daripada dia harus berlama-lama hidup dengan penyakit yg telah meluluh lantakkan raganya, hingga akhirnya ia dibuat menyerah...
selamat jalan mas..
Senin, 14 Februari 2011
kisah anak perempuan dengan bapaknya
hari ini adalah hari yg fuck buat saya! bukan karena ga dapet coklat valentine atau jomblo pas valentine. lepas dari itu semua saya bukan penganut valentinism hahaha.
ga perlu dicritakan lah apa yg membuat hari ini fuck, mungkin juga karena kesensian saya yg sedang menyambut tamu agung yg datang tiap bulan. terlepas daro otu semua juga emang hari ini itu hari yg fuck!
ahh ngomong apa sih saya ini.. sudah..sudah...
ditengah pikiran-pikiran saya yg kosong karena sedang berkecamuk dan tidak jelas ini, tiba-tiba saya teringat dengan kisah seorang anak perempuan dan ayahnya. sebut saja "pak encik".
beliau benar-benar sosok yg sepenuhnya mengahrgai dan menghormati wanita.
beliau pernah berkata kepada anak perempuannya bahwa anak perempuan merupakan sebuah perhiasan yang amat sangat berharga dan tak terbeli dengan apapun baginya. siapapun yg akan "meminjam" atau "meminta" harus dengan dengan seijin dan sepengetahuannya. bagi orang yang meminjam atau memilikinya kelak haruslah menjaga dan merawatnya sehingga tidak tergores oleh benda yang membuatnya tampak lusuh dan senantiasa tetap berkilau atau bahkan lebih berkilau dari sebelumnya. seseorang yang memilikinya kelak haruslah orang yg bertanggung jawab dan sepenuh hati menyayanginya serta selalu menjaga kehormatannya apapun yg terjadi. karena beliau sadar, beliau tak mungkin memiliki perhiasan itu untuk selamanya karena banyak makhluk-makhluk lain yang mengincar keindahannya.
rasa haru saya pun semakin memuncak ketika saya kembali teringat dengan kata-katanya ketika pak encik dan anak perempuannya mengobrol empat mata saat mereka sedang main ke jakarta.
setelah menikah dulu, pak encik dulu pernah merantau kejakarta selama kurang lebih 3 tahun. lalu beliau kembali kesolo karena beberapa alasan
anak perempuan bertanya pada beliau. "kenapa dulu bapak ninggalin jakarta padahal dijakarta bisa dipastikan hidupnya bisa lebih baik karena semuanya serba mapan? saya gak percaya kalo orang setangguh bapak menyerah untuk survive di kota jakarta yg kejam.
beliau kemudian menjawab dengan nada santai sambil menghisap rokoknya.
memang disini bapak bisa mendapatkan kehidupan yang layak, bahkan bila kita hidup disini kita mungkin sudah jadi jutawan. tapi itu semua ga mudah bagi bapak nak, karena bapak harus bekerja tanpa kenal hari, tanpa kenal waktu. sampai-sampai bapak ga punya waktu sama sekali buat anak bapak. bapak berangkat kerja pagi2 buta buat ngehindarin macetnya jakarta sementara anak bapak masih tidur, dan pulang malam hari karena kena macet sementara anak bapak sudah tidur lagi. ya dibayangin aja, seorang bapak bekerja untuk anaknya tapi bapaknya sendiri ga pernah lihat anaknya tumbuh dan berkembang. bagi bapak itu ga adil nak..
begitu papar beliau.
pak encik selalu mendidik anak perempuannya agar menjadi wanita yg tangguh, kuat, mandiri, beriman, dan dewasa serta selalu bersikap sebagai wanita yang terhormat.pak encik seorang yg amat bijaksana. beliau amat sangat percaya pada anak perempuannya. walalu terkadang sering terjadi kenakalan-kenakalan kecil yg dilakukan anak perempuannya.
itulah yang membuat anak perempuan itu amat sangat menghormati dan mencintainya, serta menjadikan panutan bagi hidupnya. anak perempuan itu selalu mengingat setiap kata-kata beliau. kata-kata beliau bak sebuah tuah yg selalu membangkitkannya dari keterpurukan.
ga perlu dicritakan lah apa yg membuat hari ini fuck, mungkin juga karena kesensian saya yg sedang menyambut tamu agung yg datang tiap bulan. terlepas daro otu semua juga emang hari ini itu hari yg fuck!
ahh ngomong apa sih saya ini.. sudah..sudah...
ditengah pikiran-pikiran saya yg kosong karena sedang berkecamuk dan tidak jelas ini, tiba-tiba saya teringat dengan kisah seorang anak perempuan dan ayahnya. sebut saja "pak encik".
beliau benar-benar sosok yg sepenuhnya mengahrgai dan menghormati wanita.
beliau pernah berkata kepada anak perempuannya bahwa anak perempuan merupakan sebuah perhiasan yang amat sangat berharga dan tak terbeli dengan apapun baginya. siapapun yg akan "meminjam" atau "meminta" harus dengan dengan seijin dan sepengetahuannya. bagi orang yang meminjam atau memilikinya kelak haruslah menjaga dan merawatnya sehingga tidak tergores oleh benda yang membuatnya tampak lusuh dan senantiasa tetap berkilau atau bahkan lebih berkilau dari sebelumnya. seseorang yang memilikinya kelak haruslah orang yg bertanggung jawab dan sepenuh hati menyayanginya serta selalu menjaga kehormatannya apapun yg terjadi. karena beliau sadar, beliau tak mungkin memiliki perhiasan itu untuk selamanya karena banyak makhluk-makhluk lain yang mengincar keindahannya.
rasa haru saya pun semakin memuncak ketika saya kembali teringat dengan kata-katanya ketika pak encik dan anak perempuannya mengobrol empat mata saat mereka sedang main ke jakarta.
setelah menikah dulu, pak encik dulu pernah merantau kejakarta selama kurang lebih 3 tahun. lalu beliau kembali kesolo karena beberapa alasan
anak perempuan bertanya pada beliau. "kenapa dulu bapak ninggalin jakarta padahal dijakarta bisa dipastikan hidupnya bisa lebih baik karena semuanya serba mapan? saya gak percaya kalo orang setangguh bapak menyerah untuk survive di kota jakarta yg kejam.
beliau kemudian menjawab dengan nada santai sambil menghisap rokoknya.
memang disini bapak bisa mendapatkan kehidupan yang layak, bahkan bila kita hidup disini kita mungkin sudah jadi jutawan. tapi itu semua ga mudah bagi bapak nak, karena bapak harus bekerja tanpa kenal hari, tanpa kenal waktu. sampai-sampai bapak ga punya waktu sama sekali buat anak bapak. bapak berangkat kerja pagi2 buta buat ngehindarin macetnya jakarta sementara anak bapak masih tidur, dan pulang malam hari karena kena macet sementara anak bapak sudah tidur lagi. ya dibayangin aja, seorang bapak bekerja untuk anaknya tapi bapaknya sendiri ga pernah lihat anaknya tumbuh dan berkembang. bagi bapak itu ga adil nak..
begitu papar beliau.
pak encik selalu mendidik anak perempuannya agar menjadi wanita yg tangguh, kuat, mandiri, beriman, dan dewasa serta selalu bersikap sebagai wanita yang terhormat.pak encik seorang yg amat bijaksana. beliau amat sangat percaya pada anak perempuannya. walalu terkadang sering terjadi kenakalan-kenakalan kecil yg dilakukan anak perempuannya.
itulah yang membuat anak perempuan itu amat sangat menghormati dan mencintainya, serta menjadikan panutan bagi hidupnya. anak perempuan itu selalu mengingat setiap kata-kata beliau. kata-kata beliau bak sebuah tuah yg selalu membangkitkannya dari keterpurukan.
Kamis, 09 Desember 2010
caught in the middle
judulnya sok2 inggris gimanaaa gitu yak hahah
ga papa lah sekali2 biar keliatan "iya" gitu! hehe
pernah gak kalian ngerasa gimana "terjebak di tengah2"? i mean situasi netral yang terkadang serba salah.
mencoba tidak memihak tapi mau gak mau bakal berat ke salah satu sisi. mencoba untuk adil tapi di lain sisi masih ada aja yang berkata kita berat sebelah. mencoba untuk tidak peduli tapi sebenarnya peduli.
mungkin orang-orang yang doyan mikir bakal mikir juga, tentang apa yang kita lakukan, mencoba untuk adil atau kita terjebak ditengah yang berati "stuck"?
seperti indonesia yang "ngakunya" negara non blok, tidak memihak blok barat atau blok timur. di situasi seperti ini emang bener indonesia netral dalam artian tidak memihak salah satu blok atau indonesia bingung mau memihak blok timur atau blok barat jadi indonesia tidak mau memihak salah satu blok?
ahhh whateverlah itu cuma contoh doank..
gue ga begitu paham soal politik2an takut salah ngemeng.. :|
kembali ke dunia nyata
situasi "caught in the middle" secara sadar atau tidak pasti pernah dialami oleh seseorang yang mungkin masih labil. konteks labil disini bukan hanya berarti remaja-remaja ababil nan alay yang sering dihujat oleh orang-orang. tapi bisa juga dialami orang tua bahkan nenek-nenek sekalipun.
*termasuk saya.. hehehe
sedikit share pengalaman pribadi, bukan bermaksud untuk curcol, tp terserah kalo orang mau ngatain saya curcol. yang jelas saya gag curcol wong saya cuma share! *ngeyel* *gaknyante* *jutekmodeon*
lingkungan kampus dan lingkungan main saya benar-benar lingkungan yang berbeda. kalo bahasa lebaynya sih 180 derajat bheda bhanget *ngomongalafitritropika*
lingkungan kampus yang notabene di dominasi sama orang-orang pintar,rajin,alim dan kurang suka untuk "berleha-leha" kalo istilah kasarnya.
sedangkan lingkungan maen yang berisi teman-teman dari SMP dan SMA saya yang notabene adalah anak-anak gahol yang suka berleha-leha,ngegahol sana sini, kadang cenderung malas, bahkan untuk ibadah saja mereka hanya menyisakan sedikit waktu.
dan saya benar-benar berada ditengah-tengah! *damn*
mungkin akan lebih simpel kalo saya memilih salah satu jalan diantara dua pilihan jalan diatas.
jadi orang yang alim, tidak mengenal istilah pacaran, tidak mengenal leha-leha, bertuturkata lemah lembut dan hidup saya hanya saya habiskan untuk beribadah,belajar dan berorganisasi yang membawa saya pada jalan kebaikan.
atau
jadi orang yang doyan leha-leha, ngegahol sana sini, belajar cuma buat sampingan, ibadah cuma buat pelarian.
keadaan inilah yang sering membuat saya menjadi "caught in the middle".
saya tidak mau memilih salah satu jalan, karena keadaan netral yang saya ambil adalah yang menurut saya paling baik at least bagi saya sendiri.
nilai positif yang bisa saya ambil adalah hidup saya menjadi lebih berwarna *cieeh basanyaaa*
ada kalanya saya butuh leha-leha, bersenang-senang dan sok-sok an jadi anak gahol tanpa melupakan ibadah dan belajar.
sepertinya racauan saya semakin lama semakin ga jelas yah.. =.=
ga papa lah sekali2 biar keliatan "iya" gitu! hehe
pernah gak kalian ngerasa gimana "terjebak di tengah2"? i mean situasi netral yang terkadang serba salah.
mencoba tidak memihak tapi mau gak mau bakal berat ke salah satu sisi. mencoba untuk adil tapi di lain sisi masih ada aja yang berkata kita berat sebelah. mencoba untuk tidak peduli tapi sebenarnya peduli.
mungkin orang-orang yang doyan mikir bakal mikir juga, tentang apa yang kita lakukan, mencoba untuk adil atau kita terjebak ditengah yang berati "stuck"?
seperti indonesia yang "ngakunya" negara non blok, tidak memihak blok barat atau blok timur. di situasi seperti ini emang bener indonesia netral dalam artian tidak memihak salah satu blok atau indonesia bingung mau memihak blok timur atau blok barat jadi indonesia tidak mau memihak salah satu blok?
ahhh whateverlah itu cuma contoh doank..
gue ga begitu paham soal politik2an takut salah ngemeng.. :|
kembali ke dunia nyata
situasi "caught in the middle" secara sadar atau tidak pasti pernah dialami oleh seseorang yang mungkin masih labil. konteks labil disini bukan hanya berarti remaja-remaja ababil nan alay yang sering dihujat oleh orang-orang. tapi bisa juga dialami orang tua bahkan nenek-nenek sekalipun.
*termasuk saya.. hehehe
sedikit share pengalaman pribadi, bukan bermaksud untuk curcol, tp terserah kalo orang mau ngatain saya curcol. yang jelas saya gag curcol wong saya cuma share! *ngeyel* *gaknyante* *jutekmodeon*
lingkungan kampus dan lingkungan main saya benar-benar lingkungan yang berbeda. kalo bahasa lebaynya sih 180 derajat bheda bhanget *ngomongalafitritropika*
lingkungan kampus yang notabene di dominasi sama orang-orang pintar,rajin,alim dan kurang suka untuk "berleha-leha" kalo istilah kasarnya.
sedangkan lingkungan maen yang berisi teman-teman dari SMP dan SMA saya yang notabene adalah anak-anak gahol yang suka berleha-leha,ngegahol sana sini, kadang cenderung malas, bahkan untuk ibadah saja mereka hanya menyisakan sedikit waktu.
dan saya benar-benar berada ditengah-tengah! *damn*
mungkin akan lebih simpel kalo saya memilih salah satu jalan diantara dua pilihan jalan diatas.
jadi orang yang alim, tidak mengenal istilah pacaran, tidak mengenal leha-leha, bertuturkata lemah lembut dan hidup saya hanya saya habiskan untuk beribadah,belajar dan berorganisasi yang membawa saya pada jalan kebaikan.
atau
jadi orang yang doyan leha-leha, ngegahol sana sini, belajar cuma buat sampingan, ibadah cuma buat pelarian.
keadaan inilah yang sering membuat saya menjadi "caught in the middle".
saya tidak mau memilih salah satu jalan, karena keadaan netral yang saya ambil adalah yang menurut saya paling baik at least bagi saya sendiri.
nilai positif yang bisa saya ambil adalah hidup saya menjadi lebih berwarna *cieeh basanyaaa*
ada kalanya saya butuh leha-leha, bersenang-senang dan sok-sok an jadi anak gahol tanpa melupakan ibadah dan belajar.
sepertinya racauan saya semakin lama semakin ga jelas yah.. =.=
Jumat, 22 Oktober 2010
hidup itu sesuai porsi :))
talk somethin about life again :)
yaa tak bosan-bosannya saya membicarakan tentang hidup,karena kajian utama blog saya adalah mengenai L(I)VE bukan L(O)VE hahahaha!
perbincangan saya bersama salah seorang teman saya lewat yahoo massanger membawa saya kepada sebuah pemikiran (lagi).
ketika itu saya juga sedang menonton acara "kick andy".
pembicaraan saya dengan teman saya sangat bertolak belakang dengan topik yg sedang dibahas di kick andy.
saya dan teman saya yg notabene masih muda berbicara tentang apalagi kalau bukan soal "cinta".
ga munafik lah, disni emang seni hidupnya anak muda yaitu cinta.
cuma anak muda yang tidak menikmati hidup yang ga pernah merasakan cinta! hehehehe
kenapa saya bilang begitu?
karena ketika kita beranjak remaja kita akan mengalami masa yg dinamakan puber, dimana gejala masa puber adalah naksir2an yg kemudian kita menyebutnya percintaan.
masalah yg secara umum sering menimpa anak muda selain masalah akademis, organisasi, pertemanan dll tentu saja adalah masalah cinta.
hal tesebut sering membawa anak muda pada masalah2 seperti : patah hati, putus cinta, tembak menembak, naksir2an, pedekate, cinta bertepuk sebelah tangan dll.
seringkali masalah tersebut dirasa berat oleh anak muda yang kemudian membawa anak muda pada kegalauan hati, keresahan jiwa dan perasaan campur aduk lainnya.
mungkin seringkali orang menganggapnya berlebihan atau "lebay", "alay" dll. tapi inilah faktanya.
inilah hidup anak muda dan inilah porsi anak muda.
ketika manusia menginjak usia "beranjak dewasa" manusia akan berusaha untuk memenuhi semua keinginannya. mereka melakukan hal untuk mendapatkan hal2 yg terbaik buat masa depan ketika mereka sudah mencapai masa dewasa yang tentunya porsinya akan berbeda lagi.
di lain sisi, topik pembicaraan di acara kick andy adalah mengenai orang tua yang memperjuangkan anak2nya dalam keterbatasan.
mereka merasakan sebuah hidup "yang sebenarnya" hidup dimana hal yg diinginkan kadang tak sesuai dengan kenyataan, hidup dimana mereka menemukan masa sulit, hidup dimana mereka harus berjuang untuk orang lain.
yaa.. orang lain!
karena ketika manusia telah memiliki sebuah keluarga kita dituntut untuk tidak hanya memikirkan kebaikan diri sendiri tapi juga kebaikan bagi keluarganya. disitulah pentingnya sebuah pembelajaran ketika kita masih muda. berlatih sedini mungkin untuk tidak menjadi egois, karena hidup bukan hanya miikmu seorang.
mereka yang sudah mencapai tahap "dewasa" memiliki permasalahan tersendiri. dan tentunya lebih complicated.
tahap ini merupakan puncak dari proses pencarian jati diri. yang biasanya ditandai dengan kesiapan seseorang untuk membuat sebuah "perahu" yang kemudian perahu tersebut akan dikendarai untuk mengarungi samudra yg luas bersama dengan awak kapal yg memiliki tugas masing-masing.
dalam mengarunginya tidak melulu air tenang yang dilewati tetapi juga ombak besar yang bukan tidak mungkin bisa membuat perahu tenggelam. kadang juga terdapat permasalahan terhadap awak kapal sehingga ia tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. kira2 ibaratnya seperti itu.
itulah "porsi" hidup orang yang sudah menyebut dirinya dewasa.
mungkin ketika kita sudah dewasa nanti kita akan menertawakan pengalaman diri kita sendiri ketika masih muda. mungkin akan timbul kata-kata seperti : "kenapa sih kita dulu bego banget, mau2 aja ngejar cewek/cowok sampe nangis2 darah!"
yap...
mungkin kita akan merasa konyol setelah mengalami bahwa hidup di tahap dewasa jauh lebih berat. tapi kenapa kita dulu lebay banget seakan2 dunia mau runtuh ketika kita putus cinta.
tapi ke"lebay"an kita bukan hal yg salah, karena itu emang porsinya anak muda.
hidup itu indah bila kita menikmati porsi kita masing-masing sesuai tahapan. ga usah maruk dan ga usah merasa kurang. karena hidup itu sesuai porsi.
mengertikah anda dengan racauan saya kali ini?? :p
yaa tak bosan-bosannya saya membicarakan tentang hidup,karena kajian utama blog saya adalah mengenai L(I)VE bukan L(O)VE hahahaha!
perbincangan saya bersama salah seorang teman saya lewat yahoo massanger membawa saya kepada sebuah pemikiran (lagi).
ketika itu saya juga sedang menonton acara "kick andy".
pembicaraan saya dengan teman saya sangat bertolak belakang dengan topik yg sedang dibahas di kick andy.
saya dan teman saya yg notabene masih muda berbicara tentang apalagi kalau bukan soal "cinta".
ga munafik lah, disni emang seni hidupnya anak muda yaitu cinta.
cuma anak muda yang tidak menikmati hidup yang ga pernah merasakan cinta! hehehehe
kenapa saya bilang begitu?
karena ketika kita beranjak remaja kita akan mengalami masa yg dinamakan puber, dimana gejala masa puber adalah naksir2an yg kemudian kita menyebutnya percintaan.
masalah yg secara umum sering menimpa anak muda selain masalah akademis, organisasi, pertemanan dll tentu saja adalah masalah cinta.
hal tesebut sering membawa anak muda pada masalah2 seperti : patah hati, putus cinta, tembak menembak, naksir2an, pedekate, cinta bertepuk sebelah tangan dll.
seringkali masalah tersebut dirasa berat oleh anak muda yang kemudian membawa anak muda pada kegalauan hati, keresahan jiwa dan perasaan campur aduk lainnya.
mungkin seringkali orang menganggapnya berlebihan atau "lebay", "alay" dll. tapi inilah faktanya.
inilah hidup anak muda dan inilah porsi anak muda.
ketika manusia menginjak usia "beranjak dewasa" manusia akan berusaha untuk memenuhi semua keinginannya. mereka melakukan hal untuk mendapatkan hal2 yg terbaik buat masa depan ketika mereka sudah mencapai masa dewasa yang tentunya porsinya akan berbeda lagi.
di lain sisi, topik pembicaraan di acara kick andy adalah mengenai orang tua yang memperjuangkan anak2nya dalam keterbatasan.
mereka merasakan sebuah hidup "yang sebenarnya" hidup dimana hal yg diinginkan kadang tak sesuai dengan kenyataan, hidup dimana mereka menemukan masa sulit, hidup dimana mereka harus berjuang untuk orang lain.
yaa.. orang lain!
karena ketika manusia telah memiliki sebuah keluarga kita dituntut untuk tidak hanya memikirkan kebaikan diri sendiri tapi juga kebaikan bagi keluarganya. disitulah pentingnya sebuah pembelajaran ketika kita masih muda. berlatih sedini mungkin untuk tidak menjadi egois, karena hidup bukan hanya miikmu seorang.
mereka yang sudah mencapai tahap "dewasa" memiliki permasalahan tersendiri. dan tentunya lebih complicated.
tahap ini merupakan puncak dari proses pencarian jati diri. yang biasanya ditandai dengan kesiapan seseorang untuk membuat sebuah "perahu" yang kemudian perahu tersebut akan dikendarai untuk mengarungi samudra yg luas bersama dengan awak kapal yg memiliki tugas masing-masing.
dalam mengarunginya tidak melulu air tenang yang dilewati tetapi juga ombak besar yang bukan tidak mungkin bisa membuat perahu tenggelam. kadang juga terdapat permasalahan terhadap awak kapal sehingga ia tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. kira2 ibaratnya seperti itu.
itulah "porsi" hidup orang yang sudah menyebut dirinya dewasa.
mungkin ketika kita sudah dewasa nanti kita akan menertawakan pengalaman diri kita sendiri ketika masih muda. mungkin akan timbul kata-kata seperti : "kenapa sih kita dulu bego banget, mau2 aja ngejar cewek/cowok sampe nangis2 darah!"
yap...
mungkin kita akan merasa konyol setelah mengalami bahwa hidup di tahap dewasa jauh lebih berat. tapi kenapa kita dulu lebay banget seakan2 dunia mau runtuh ketika kita putus cinta.
tapi ke"lebay"an kita bukan hal yg salah, karena itu emang porsinya anak muda.
hidup itu indah bila kita menikmati porsi kita masing-masing sesuai tahapan. ga usah maruk dan ga usah merasa kurang. karena hidup itu sesuai porsi.
mengertikah anda dengan racauan saya kali ini?? :p
Langganan:
Postingan (Atom)